28 Januari 2011

Modal dan Kreativitas

Seorang wanita bernama Ukke Kosasih telah meraih kesuksesan dengan membuka usaha produk kerajinan tangan berupa boneka dari kain yang dinamakan Circa.

Kisahnya cukup unik, yaitu ketika ia bertemu dengan putri tukang kebunnya yang bernama Wati saat ia berada di desa Cihanjuang, Bandung, Jawa Barat.

Ia sangat tertarik pada bakat yang dimiliki Wati dalam membuat boneka dari kain. Maka timbullah keinginan untuk mengembangkan bakatnya. Tidak hanya itu, Ukke Kosasih juga menggerakkan para ibu di daerah itu untuk ikut belajar membuat boneka.

Bila selama ini para ibu di daerah itu hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan pasrah menerima gaji suami yang pas-pasan, kini para ibu itu mampu mendapat penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka.

Seorang yang memiliki daya kreativitas tinggi selalu menemukan peluang untuk maju. Seperti Ukke Kosasih yang dengan hanya melihat bakat Wati, bisa mengambil manfaatnya.

Pertemuan antara pemberi modal dan pencipta kreasi menghasilkan produk yang luar biasa. Ukke Kosasih adalah seorang pemodal yang mampu melihat Wati sebagai orang yang memiliki kreativitas dengan keterampilan tangannya dan para ibu sebagai sumber daya manusianya.

Jika kita jeli, banyak sekali peluang yang terbuka di hadapan kita. Kita bisa memanfaatkan bakat dan kemampuan orang lain dengan mengajaknya bergabung.

Pertemuan antara pemodal dan pengkreasi sangat penting untuk dapat mendirikan usaha dan mengembangkannya. Mulai sekarang, coba anda pikirkan peluang apa yang bisa anda lakukan. Padukan kemampuan, modal, dan kreativitas anda untuk menemukannya.

-----

Kata-kata bijak:
Tangan yang kreatif dipadukan dengan modal yang dimiliki menghasilkan produk yang luar biasa.

* * *

Sumber: Profesional, 13 Januari 2011 (diedit seperlunya)

Di-online-kan oleh Paulus Herlambang.

==========


Artikel Terbaru Blog Ini